Repository Universitas Teknologi Surabaya
Layanan Repositori Digital Akses Terbuka Universitas Teknologi Surabaya
Repositori Universitas Teknologi Surabaya (UTS) merupakan sarana penyimpanan digital institusional yang mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya ilmiah serta publikasi akademik dari seluruh civitas akademika UTS.
Layanan repositori ini mencakup berbagai bentuk koleksi digital, antara lain:
- Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, dan Disertasi Mahasiswa
- Jurnal Ilmiah dan Artikel Hasil Penelitian Dosen
- Laporan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
- Buku Ajar, Modul Praktikum, dan Aset Pembelajaran Digital
Seluruh koleksi di dalam repositori ini diindeks secara terbuka untuk mendukung transparansi akademik, kemudahan sitasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas.
Butuh bantuan terkait penyerahan karya ilmiah mandiri (self-archiving) atau informasi lisensi publikasi? Silakan hubungi tim pengelola:
- Email: uts.library@utssurabaya.ac.id
- Unit Pengelola: Perpustakaan & BAASI Universitas Teknologi Surabaya

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN USAHA KULINER MIE AYAM DI KECAMATAN MENGANTI, KABUPATEN GRESIK
(UNIVERSITAS TEKNOLOGI SURABAYA, 2026) Mohamad Risal
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berperan dalam keberhasilan usaha kuliner mie ayam di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mendeskripsikan cara pelaku usaha mengelola faktor internal dan eksternal dalam mempertahankan keberhasilan usaha, serta menganalisis persamaan dan perbedaan strategi yang diterapkan oleh ketiga usaha mie ayam dalam mempertahankan daya saing dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi multikasus. Objek penelitian terdiri atas tiga usaha mie ayam yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria berada di Kecamatan Menganti, telah beroperasi sekurang-kurangnya dua tahun, masih aktif, pemilik terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, dan bersedia memberikan informasi penelitian. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan, analisis dalam kasus, serta analisis lintas kasus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan usaha mie ayam tidak ditentukan oleh satu faktor saja, tetapi merupakan hasil dari kombinasi dan pengelolaan berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor yang menjadi fokus penelitian meliputi kualitas produk, kualitas pelayanan, lokasi usaha, modal usaha, inovasi produk, digital marketing, pengalaman usaha, manajemen keuangan, loyalitas pelanggan, dan kemampuan kewirausahaan. Ketiga usaha menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan dalam mengelola sumber daya, mempertahankan pelanggan, menghadapi persaingan, melakukan inovasi, serta memanfaatkan peluang pasar. Perspektif Resource Based View (RBV) digunakan untuk memahami bagaimana sumber daya usaha dapat menjadi sumber keunggulan bersaing, sedangkan teori kewirausahaan digunakan untuk menjelaskan peran pemilik dalam mengenali peluang, mengambil keputusan, melakukan inovasi, dan mengelola risiko.
Dengan demikian, keberhasilan usaha mie ayam di Kecamatan Menganti berkaitan dengan kemampuan pemilik dalam mengombinasikan sumber daya internal dengan kondisi eksternal serta menerapkan strategi usaha yang sesuai dengan karakteristik masing-masing usaha. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian manajemen dan kewirausahaan serta menjadi masukan praktis bagi pelaku usaha kuliner dalam mempertahankan daya saing dan keberlanjutan usaha.
PENGARUH IKLIM ORGANISASI, PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT, DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR TERHADAP KINERJA PEGAWAI PERUMDA AIR MINUM TIRTA DARMA AYU KABUPATEN INDRAMAYU
(Universitas Teknologi Surabaya, 2026) Nina Gustiani
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Iklim Organisasi, Perceived Organizational Support, dan Organizational Citizenship Behavior terhadap Kinerja Pegawai Perumda Air Minum Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 113 Pegawai yang menjadi responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda yang didahului dengan pengujian instrumen dan uji asumsi model. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t untuk mengetahui pengaruh parsial dan uji F untuk mengetahui pengaruh simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iklim Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai, dengan koefisien regresi sebesar 0,495, nilai t hitung sebesar 6,259, dan p < 0,001. Perceived Organizational Support berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai, dengan koefisien regresi sebesar 0,356, nilai t hitung sebesar 5,238, dan p < 0,001. Selanjutnya, Organizational Citizenship Behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai, dengan koefisien regresi sebesar 0,213, nilai t hitung sebesar 2,994, dan p < 0,05. Secara simultan, Iklim Organisasi, Perceived Organizational Support, dan Organizational Citizenship Behavior berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai, yang ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 68,440 dengan p < 0,001. Nilai R Square sebesar 0,653 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan 65,3% variasi Kinerja Pegawai, sedangkan 34,7% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil penelitian menegaskan bahwa peningkatan kinerja Pegawai dapat didukung melalui penciptaan iklim organisasi yang kondusif, penguatan dukungan organisasi yang dirasakan Pegawai, serta pengembangan perilaku kewargaan organisasional dalam lingkungan kerja.
OPTIMALISASI KONSUMSI ENERGI SISTEM AC GEDUNG BERTINGKAT MELALUI ANALISIS PARAMETER TEKNIS (COP/EER) DAN INTENSITAS KONSUMSI ENERGI (IKE)
(Universitas Teknologi Surabaya, 2026) Eddy Siswanto
Sistem Air Conditioner (AC) merupakan pengonsumsi energi listrik terbesar pada bangunan gedung bertingkat, dengan kontribusi mencapai 50–60% dari total konsumsi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teknis efisiensi sistem AC pada gedung bertingkat berdasarkan parameter Coefficient of Performance (COP), Energy Efficiency Ratio (EER), serta Intensitas Konsumsi Energi (IKE) sebagai dasar optimalisasi konsumsi energi. Objek studi kasus yang diteliti adalah Apartemen Eastcoast Mansion Amor Tower, Surabaya, dengan fokus pada 16 unit AC (15 unit split duct dan 1 unit VRV) di tiga zona area umum (Function Room, Gym, dan Lobby M1) dengan total luas agregat ber-AC ±1.089 m². Data yang dianalisis mencakup dokumen nameplate unit AC serta data rekapitulasi konsumsi listrik bulanan periode November 2025–Juni 2026. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa 13 dari 16 unit AC menghasilkan nilai EER nominal sebesar 3,41 BTU/Wh (COP ≈ 1,00) yang terindikasi merupakan hasil konversi matematis dari daya input nameplate, bukan hasil uji termodinamika independen. Dari sisi konsumsi energi gedung, rata-rata IKE yang diperoleh adalah sebesar 16,55 kWh/m²/bulan, yang secara konsisten berada pada kategori "Agak Boros" menurut standar ASEAN–USAID (1992). Mengingat seluruh unit AC terpasang telah menerapkan teknologi inverter dan refrigeran R410A, strategi optimalisasi energi tidak diarahkan pada penggantian perangkat keras, melainkan pada langkah manajerial dan operasional, mencakup verifikasi data nameplate, peningkatan frekuensi pemeliharaan preventif heat exchanger, serta pengaturan set-point suhu dan jadwal operasional.
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DALAM RANGA PERLINDUNGAN INFRASTRUKTUR DI KAWASAN SURABAYA (STUDI PENELITIAN TENTANG INFRASTRUKTUR JALAN DI KECAMATAN KENJERAN)
(Universitas Teknologi Surabaya, 2025) Reno Andhika Hermanto
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pelaksanaan infrastruktur yang berada di Kawasan Surabaya terutama di Wilayah Kecamatan Kenjeran. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil yang di dapat pada penelitian ini adalah melihat kondisi di lapangan tentang jalan yang masih banyak kerusakan seperti lubang, retakan, gundukan, genangan serta permukaan aspal yang tidak rata di Wilayah Kecamatan Kejeran. Penanganan dari permasalahan ini dimulai dari peran aktif serta partisipasi masyarakat dalam melaporkan setiap kendala dan kesiapsiagaan dari Pihak Pemerintah seperti Satgas, PU Bina Marga, Cipta Kerja, dan Dishub supaya setiap kendala yang dilaporkan bisa segera teratasi.
IMPLEMENTASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) DI KECAMATAN WIYUNG SURABAYA
(Universitas Teknologi Surabaya, 2025) R.NIDA KURNIA RAHIM
Perihal terhadap implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kecamatan Wiyung, Surabaya, sebagai bagian dari akselerasi transformasi layanan administrasi kependudukan sesuai Permendagri No. 72/2022. Tujuan penelitian adalah (1) menggambarkan pelaksanaan IKD di tingkat kecamatan, (2) mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung implementasi, serta (3) merumuskan implikasi perbaikan layanan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis mengacu pada perspektif implementasi kebijakan (Van Meter & Van Horn) dengan menekankan dimensi komunikasi, sumber daya manusia, dan struktur organisasi, serta penguatan kepatuhan prosedural dan kelancaran operasional. Hasil menunjukkan bahwa adopsi IKD di Wiyung masih fluktuatif dan di bawah target; rata-rata aktivasi harian rendah karena persepsi risiko keamanan data, rendahnya literasi digital, dan anggapan “tidak perlu” di kalangan warga. Keterbatasan infrastruktur, konektivitas, dan beban kerja aparatur turut menjadi kendala. Di sisi lain, dukungan regulasi, komitmen birokrasi, sosialisasi Disdukcapil, serta posisi wilayah yang strategis menjadi faktor pendorong. Mekanisme aktivasi (registrasi aplikasi, verifikasi biometrik, integrasi basis data) pada dasarnya berjalan, namun membutuhkan penguatan standar operasional, komunikasi publik berbasis bukti, peningkatan kapasitas SDM garis depan, serta orkestrasi lintas instansi (kecamatan–kelurahan– Disdukcapil–mitra layanan). Penelitian menyimpulkan bahwa IKD berpotensi meningkatkan efisiensi, keamanan, dan akses layanan, tetapi keberhasilan di tingkat kecamatan mensyaratkan strategi komunikasi yang lebih persuasif, dukungan infrastruktur, dan tata kelola kolaboratif yang konsisten. Temuan ini memberi kontribusi praktis bagi perbaikan layanan serta pengembangan kebijakan egovernment di tingkat lokal.
