Repository logo
Communities & Collections
All of DSpace
  • English
  • العربية
  • বাংলা
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Ελληνικά
  • Español
  • Suomi
  • Français
  • Gàidhlig
  • हिंदी
  • Magyar
  • Bahasa Indonesia
  • Italiano
  • Қазақ
  • Latviešu
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Srpski (lat)
  • Српски
  • Svenska
  • Türkçe
  • Yкраї́нська
  • Tiếng Việt
Log In
New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Eddy Siswanto"

Filter results by typing the first few letters
Now showing 1 - 1 of 1
  • Results Per Page
  • Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    OPTIMALISASI KONSUMSI ENERGI SISTEM AC GEDUNG BERTINGKAT MELALUI ANALISIS PARAMETER TEKNIS (COP/EER) DAN INTENSITAS KONSUMSI ENERGI (IKE)
    (Universitas Teknologi Surabaya, 2026) Eddy Siswanto
    Sistem Air Conditioner (AC) merupakan pengonsumsi energi listrik terbesar pada bangunan gedung bertingkat, dengan kontribusi mencapai 50–60% dari total konsumsi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teknis efisiensi sistem AC pada gedung bertingkat berdasarkan parameter Coefficient of Performance (COP), Energy Efficiency Ratio (EER), serta Intensitas Konsumsi Energi (IKE) sebagai dasar optimalisasi konsumsi energi. Objek studi kasus yang diteliti adalah Apartemen Eastcoast Mansion Amor Tower, Surabaya, dengan fokus pada 16 unit AC (15 unit split duct dan 1 unit VRV) di tiga zona area umum (Function Room, Gym, dan Lobby M1) dengan total luas agregat ber-AC ±1.089 m². Data yang dianalisis mencakup dokumen nameplate unit AC serta data rekapitulasi konsumsi listrik bulanan periode November 2025–Juni 2026. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa 13 dari 16 unit AC menghasilkan nilai EER nominal sebesar 3,41 BTU/Wh (COP ≈ 1,00) yang terindikasi merupakan hasil konversi matematis dari daya input nameplate, bukan hasil uji termodinamika independen. Dari sisi konsumsi energi gedung, rata-rata IKE yang diperoleh adalah sebesar 16,55 kWh/m²/bulan, yang secara konsisten berada pada kategori "Agak Boros" menurut standar ASEAN–USAID (1992). Mengingat seluruh unit AC terpasang telah menerapkan teknologi inverter dan refrigeran R410A, strategi optimalisasi energi tidak diarahkan pada penggantian perangkat keras, melainkan pada langkah manajerial dan operasional, mencakup verifikasi data nameplate, peningkatan frekuensi pemeliharaan preventif heat exchanger, serta pengaturan set-point suhu dan jadwal operasional.

DSpace software copyright © 2002-2026 LYRASIS

  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback